UNTUK LEE DARI HARRIET
Dengan segenap cintaku,
14 Februari 1895
Dengan segenap cintaku,
14 Februari 1895
Masih hidupkah kamu? Sungguh? Atau kamukah impian terindahku yang kupendam sekian tahun? Adakah kamu seorang malaikat-atau hanya khayalanku yang kosong belaka? Seseorang yang ku karang untuk memenuhi kehampaan? Untuk sekedar pelipur lara? Kapan kamu punya waktu untuk mendengarkan? Bagaimana supaya kamu mau mengerti?
Kamu membuatku tertawa ketika hatiku menangis. Kamu membawa aku berdansa ketika aku sulit melangkah. Kamu membantuku menyusun tujuan-tujuan baru ketika aku putus asa. Kamu menunjukkan tetesan embun kepadaku dan aku mendapatkan butir-butir permata. Kamu bawakan aku bunga-bunga liar dan aku mendapatkan anggrek. Kamu menyanyi untukku dan sekelompok paduan suara malaikat berkumandang dalam nyanyian. Kamu genggam tanganku dan seluruh diriku mencintaimu. Kamu berikan padaku sebentuk cincin dan aku pun jadi milikmu. Aku milikmu dan telah kualami semua itu.
from Chicken soup for woman's soul, hari valentine kakek, page 140.
Kamu membuatku tertawa ketika hatiku menangis. Kamu membawa aku berdansa ketika aku sulit melangkah. Kamu membantuku menyusun tujuan-tujuan baru ketika aku putus asa. Kamu menunjukkan tetesan embun kepadaku dan aku mendapatkan butir-butir permata. Kamu bawakan aku bunga-bunga liar dan aku mendapatkan anggrek. Kamu menyanyi untukku dan sekelompok paduan suara malaikat berkumandang dalam nyanyian. Kamu genggam tanganku dan seluruh diriku mencintaimu. Kamu berikan padaku sebentuk cincin dan aku pun jadi milikmu. Aku milikmu dan telah kualami semua itu.
from Chicken soup for woman's soul, hari valentine kakek, page 140.







